Review Film Deepwater Horizon

Selamat siang,,,,,,

Minggu kemarin saya baru saja menonton sebuah film yang berjudul Deepwater Horizon. Film ini di rekomendasikan oleh kakak saya sih. Menurutnya film ini merupakan film yang menceritakan resiko dalam dunia pengeboran minyak lepas pantai. Penasaran dooong kan akhirnya.
Sebelumnya pernah mendengar RIG? ataupun OFFSHORE? mungkin lebih sederhananya PENGEBORAN MINYAK LEPAS PANTAI. hehehe

Bagi sebaian orang yang bekerja dalam bidang ini mungkin tidak asing lagi apabila mereka bekerja dalam sistem rolling. Sistem rolling yaitu sistem yang menuntut kita bekerja dalam kurun waktu tertentu di sebuah site dan akan beristirahaat dalam kurun waktu tertentu pula tanpa mengurangi gaji yang mereka dapat. Sistem ini biasanya terdapat dalam bidang pertambangan dan perminyakan. Di Indonesia perusahaan tambang misal Pamapersada Nusantara menerapkan sistem rolling 8 minggu ON dan 2 minggu off.

Balik lagi ke film Deepwater Horizon ini, awal film dimulai menceritakan Mark Walhberg sedang off dan bersama seorang istrinya. Sebelumnya Mark Walhberg bekerja di kontraktor Transocean yang merupakan kontraktor terkemuka di Amerika Serikat. Setiap harinya mereka menghabiskan bersama seakan akan tidak ingin berpisah. Firasat sudah ada yang tidak beres pun terjadi oleh istrinya. namun sang suami masih menganggap wajar hal yang tidak beres tersebut. Selanjutnya liburan yang dilakukan Mark Walheberg pun berakhir dan harus kembali ke site. Mark bertemu Kurt Russel di lapangan terbang bristol. Kurt Russel merupakan pemimpin pengeboran di Deepwater Horizon ini. Kejadian firasat buruk pun di alami oleh Kurt saat melihat pemimpin British Petroleum(BP) menggunakan dasi yang berwarna ungu. Dasi yang berwarna ungu merupakan simbol kejadian darurat di pengeboran. Selanjutnya mereka berangkan ke Deepwater Horizon menggunakan helikopter. Didalamnya terdapat seorang perempuan yang merupakan pengendali kapal, Mark, Kurt, Serta 2 orang yang bekerja di BP. Kejadian aneh pun terjadi kembai, Burung pelikan tiba tiba menabrak helikopter yang di tumpangi mereka.

Tiba di tempat pengeboran Deepwater Horizon, mereka melihat rombongan Tim BP meninggalkan tempat deepwater horizon. Sebagai pemimpin Kurt Russel menanyakan apakah tim BP selama dia OFF melakukan pengujian semen ? ternyata orang BP tidak melakukan pengujian semen tersebut. BP menganggap jika melakukan pengujian akan terjadi pembengkakan biaya. sedangkan target dari BP tersebut meleset 43 hari dari jadwal. Selajutnya orang BP memaksa melanjutkan pengeboran dengan dan menekan Kurt Russel. Kurt Russeel sendiri tetap pada pendiriannya tidak mengijinkan sampai pengujian semen dilakukan. Akhirnya pendirian Kurt russel goyah saat pengujian pembuangan berhasil pada 0 pressure.

Disnilah kejadian bermula, Tekanan tidak dapat diatasi hingga batas tak wajar. Semua orang panik namun yang berada di deck tidak mengetahui kepanikan yang terjadi di ruang pengeboran. Alarm tidak sepenuhnya berfungsi. Dari 100 lebih yang berada di pengeboran Deepwater Horizon kurang lebih ada 11 orang meninggal akibat terbakarnya pengeboran ini.
Ini merupakan kisah nyata yang di filmkan. Kejadian yang terjadi yaitu pada 20 april 2010 dan menyebabkan tercemarnya laut di sekitar teluk meksiko.

Demikan review kali ini. waaah agak tidak lengkap yaa sepertinya. mohon di maafkan. hehehe
Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *