Korban Dari Rentenir itu Seorang ‘Tukang Mie Ayam’

Tahun 2017 zaman sudah era modern tapi masih ada Seorang ‘Rentenir’. Apa dan Siapa itu Rentenir? Definisi dari saya, Rentenir adalah orang yang dapat meminjamkan uangnya namun harus mengembalikan lebih dari uang yang di pinjamkannya. Istilah sekarang uang lebihannya tersebut adalah RIBA. Kadangkala rentenir mematok harga yang sangat tinggi untuk pinjamannya Bisa sampai 50 % bunganya dari pinjaman. Jadi seorang peminjam harus mengembalikan 150 % dari pinjamannya tersebut. Sebagai contoh A meminjam ke seorang rentenir sebesar 100 Ribu rupiah dengan bunga 50 %. Sehingga A harus mengembalikan uang 150 Ribu rupiah. Jahat bukan?

Terlebih lagi seorang rentenir biasanya menggunakan jasa preman untuk menakut nakuti peminjamnya agar segera mengembalikan uang. Dan adakalanya rentenir meberikan tambahan waktu dengan syarat biasanya bunganya bertambah setiap harinya.

Kembali lagi ke judul utama, Korban dari rentenir itu seorang ‘tukang mie ayam’. Saya mengetahui hal ini ketika saya tidak sengaja memergoki 2 orang sedang menagih ke tukang Mie Ayam ini. Saat itu pukul 23.00 saat saya baru saja pulang bekerja. Saya memesan mie ayam seperti biasa tanpa toge. hehe

Tidak lama datanglah 2 orang berpenampilan menggunakan anting, Merokok, celana sobek duduk di meja. Saya kira itu merupakan pengunjung yang akan membeli mie ayam. Saya terus mengamati 2 orang tersebut yang nampaknya tidak ada tanda tanda akan membeli mie ayam. Pesanan saya pun sudah jadi dan membayarnya. Saat menuju motor tunggangan saya, saya mengamati 2 orang tersebut mendekati Pakde(Sebutan saya ke tukang mie ayam).  Loh ada apa ini, Apakah pakde di palak oleh preman? Saya rasa tidak dapat berasumsi dan memutuskan pulang ke rumah.

Dua hari setelah kejadian tersebut saya kembali membeli mie ayam yang tujuan saya 1 satu mengorek informasi siapa 2 orang tersebut dan ada keperluan apa? Pakde awalnya tidak mau menjawab dan berkelit pura pura tidak ingat atas kejadian 2 hari yang lalu. Semakin lama saya terus mendesak dan akhirnya Pakde tersebut mengatakan dia baru saja meminjam 2 juta rupiah dengan bunga 20 % yang berarti harus membayar 2.4 Juta rupiah dan harus dibayar setiap harinya 100 Ribu rupiah. Mendengar hal tersebut saya bertanya apakah ada keperluan mendesak? Pakde Menjawab tidak ada. Lalu kenapa meminjam ? Pakde menjawab awalnya orang tersebut baik baik menawarkan uang sebesar 2 juta rupiah namun kok menjadi seperti pencuri padahal dia tidak mencuri. Dengan menjawab sedikit kesal dan sedih bahwa dia tidak mau berurusan lagi setelah ini pembayaran ini selesai. Lalu saya agak sedikit masuk menasehati agar jikalau pakde terdesak butuh uang pakde bisa mendatangi Pegadaian saja pak. Disana cicilan juga ringan serta tidak memberatkan bapak dalam hal bunga. Pakde mengiyakan. Alhamdulillah

Hari ini saya menulis ini Cicilan Pakde Tukang Mie Ayam masih 5 Kali lagi. Saya berharap pakde dapat mengambil pelajaran bahwa orang yang awalnya baik belum tentu baik di akhirnya. Semua orang yang ‘baik diawal’ pasti ingin / mendapatkan hal yang dia inginkan.

Wahai kaum rentenir bertaubatlah kau, engkau mengmbil uang yang bukan milimu. Engkau kadang kasar terhadap seorang peminjammu. Tidak kah engkau merasa kasian? atau engkau hanya dibutakan uang yang nyatanya tidak akan dibawa mati olehmu

 

 

Terima kasih

Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *