Apa yang Kau Cari, Passion atau Gaji ?

Selamat Pagi

Alhamdulillah wa syukurilah bisa update web secara berkala, hehehe

Setelah beberapa saat saya memikirkan ini. Apa sih yang kau cari, Passion atau Gaji? Oke ini sebenarnya gak ada hubungannya dengan pekerjaan yang saya dapat saat ini. Terlepas dari itu semua, banyak teman teman saya jurusan El*ktro yang saat ini masih berjuang mendapatkan pekerjaan pertama / yang keduanya.

Saya mendapati teman teman saya terpaku hanya 1 perusahaan yang saat ini sedang gencar gencarnya menerima pegawai yaitu PLN. PLN merupakan perusahaan idaman bagi kaum lulusan Elektro. Dengan tagline dalam penerimaanya yaitu Bersama Menerangi Nusantara 35 ribu Megawatt ( mantap emang pak Jokowi cita citanya). Ada yang menggunakan surat izin sakit untuk mengikuti tes ini, Serta ada pula yang rela keluar dari perusahaan terdahulu demi fokus mendapatkan pekerjaan di PLN ini, Dan saya pun menjadi bagian orang orang seperti ini. Saya pernah mengikuti tes ini hingga tahap Tes Laboratorium. Namun sayang, memang belum rezekinya pasti aja ada kendala dan ada batu sandungan.

Di PLN dari teman yang saya dapatkan informasinya adalah kamu bisa mendapatkan gaji pokok > Rp.4.000.000 serta tunjangan tunjangan lainnya. Memang BUMN sangat besar di tunjangan bisa mencapai 1/3 dari gaji pokok yang anda terima. Itu dia menjadi keuntungan apabila anda bekerja di BUMN.

Di luar dari cerita diatas saya pernah mendapatkan cerita dari Seorang lulusan institut ‘pemikir no 2’ di Indonesia Tepatnya berada di ujung timur Pulau Jawa. Dia sebut saja bernama ‘R’. Lulusan tahun 2009 dan tinggal Jabodetabek. Menurut ‘R’ apalah arti Gaji besar namun pada akhirnya jauh dari keluarga. Semisal ada apa apa dengan keluarganya pastinya tidak dapat secepat itu bertemu dengan keluarganya. Gaji dia menurut penuturannya sudah diatas Rp. 5.000.000 ┬ádiluar dari lembur yang bisa ia dapat mencapai 3/5 gaji pokoknya. Dia bercerita kembali jikalaupun dia dulu bersikukuh mendapatkan PLN mungkin dia gak bisa mendapatkan pelatihan ke Jepang, kemudian bisa berbahas jepang serta tidak bisa mendapatkan etos bekerja orang jepang.

Dari contoh contoh orang diatas saya tidak dapat menyimpulkan apa apa, karena setiap orang berbeda cara pandang dalam menyikapinya. Tapi mungkin dari sini yang saya bisa ambil pelajaran adalah Jika kita ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik adalah tingkatkan skill kita. Selagi skill kita bisa di diakui oleh orang lain, Orang lain pun akan memperkerjakan kita dengan sallary diatas orang rata2x.

Satu pesan tersirat mungkin adalah Jikalau mau menjadi orang Kaya tidak usah Jadi Pekerja. Cukup jadi Pengusaha saja. Bagaimana jadi pengusaha? cari modal serta luaskan wawasan dan jaringan. Jadi kamu mau mencari PASSION ATAU GAJI?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *