Memilih Pemimpin Ibarat Memilih Bus

image source : Metrotvnews.com

 

Selamat Siang, Di Minggu ke 2 bulan April ini saya iseng menulis dengan judul Memilih Pemimpin Ibarat Naik Diatas Bus. Tidak terasa sekitar 10 hari lagi merupakan Pilkada Dki Jakarta Putaran 2. Kenapa dan siapa yang akan bertarung ? Yang pertama adalah sang Petahana Sebut saja Ahok dan yang kedua adalah Seorang mantan Menteri Pendidikan. Dulu pernah terfikir Waduh Mantan Menteri ini kenapa mau turun kasta menjadi Seorang Gubernur? Bagi sebagaian orang mungkin berfikiran sama. Terlepas dari itu semua Dki Jakarta harus dipimpin oleh seseorang yang Lebih baik dari sekarang. Bukan yang bermodalkan Pencitraan serta Bukan ‘Serampangan’ dalam berbicara.
Kembali ke Judul utama, Jika kita menaiki Bus kita pastinya memilih bus yang baik dalam segi fisik, kenyamanan serta Harga yang murah. Ketiga pokok utama yang biasanya kita lakukan sebelum menaiki Bis. Lantas apa hubungannya ketiga pokok utama ini dengan memilih Pemimpin?Oke akan saya analogikan dibawah.
Fisik, merupakan hal utama dalam kita memilih bus yang akan kita naiki. Fisik disini bisa berarti Kondisi bus yang baik, terawat, serta memiliki safety yang baik dalam hal mesin, ban serta pengemudinya. Pengemudi yang baik akan membawa kita ke tempat tujuan kita dengan selamat. Bukan hanya cepat yang diutamakan tetapi selamat. Sama halnya kita memilih Pemimpin. Pemimpin merupakan panutan. Jika ada 2 pilihan antara Islam dan Kristen maka Saya akan memilih Islam. Bukan untuk Rasial, tapi Pemimpin Muslim dapat dinasehati oleh ulama jika melakukan kesalahan.Kita lihat Pemimpin sekarang, Dia melakukan kesalahan bukannya minta maaf malah menyalahkan orang lain. Itulah tanda tanda orang yang tidak memiliki kepemimpinan yang baik.
Selanjutnya yaitu Kenyamanan, Kenapa untuk memilih bus yang akan kita tumpangi membutuhkan kenyamanan? Kenyamanan membuat kita aman serta tidak merasa kelelahan. Waaah kok bisa? Karena bus pastinya memiliki fasilitas didalamnya. Dan baru baru ini ada PO Bus meluncurkan bus yang memiliki tempat tidur didalamnya. Ini merupakan satu cara meningkatkan kenyamanan penumpangnya. Lalu apa hubungannya dengan Pemimpin? Pemimpin yang dapat mendengarkan aspirasi warganya, pemimpin yang dapat Bijak dalam pengambilan keputusan merupakan Pemimpin yang membuat warganya nyaman. Bukan hanya ke kaum atas dia berpihak namun harus menyeluruh ke seluruh warganya.
Dan yang terakhir adalah harga yang murah, Penumpang pastinya mencari harga yang murah agar dia bisa mencapai kota tujuannya. Bagaimana hubungannya dengan Pemimpin?Pemimpin yang hanya terikat oleh warganya merupakan Pemimpin yang sangat murah. Pemimpin sekarang sangat terikat dengan investor aseng sebut saja Pembuatan Reklamasi Teluk Jakarta.Sehingga suka tidak suka, mau tidak mau Investor pasti mengendalikan sang Pemimpin sekarang.
Semoga jakarta akan dipimpin oleh orang yang bukan takut terhadap manusia tapi Takut terhadap Penciptanya. aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *