Naraijuku, Sebuah Desa Penuh Makna di Prefektur Nagano Jepang

Liburan ke jepang tidak lengkap rasanya apabila jika kita mengunjungi desa – desa yang masih kental bernuansa Jepangnya. Jika kita ke Osaka ataupun ke Tokyo kita diperlihatkan oleh Gedung – gedung menjulang tinggi dari pusat Hiburan, Apartemen, Perkantoran hingga Bisnis.

Jika kalian mempunyai minat yang lebih untuk melihat desa nuansa Jepang zaman dahulu bisa pergi ke Naraijuku yang terletak di Prefektur Nagano. Dari Tokyo lebih kurang 3.5 Jam menggunakan Kereta / Bis.

Apa saja yang bisa kalian lihat jika mengunjungi Naraijuku? yang pertama kalian akan lihat adalah bangunan bangunan tua yang terus di pelihara keasriannya. Iya disini berjejer bangunan tua yang sekarang dimanfaatkan sebagai Toko Souvenir / ‘Rumah Wisata’. Rumah Wisata apaan? hahaha yaaa rumah yang bisa kita masuki dengan membayar uang jika akan memasukinya. Kalau yang pertama kali harus mencoba yang ini yaaa hehehe

Yang kedua, Jika kalian pergi ke sisi sebrang Rel Kereta, kalian akan menemukan Jembatan yang terbuat dari kayu. DiJembatan ini pengunjung bisa melakukan selfy – selfy yang dibawahnya juga ada aliran suangai yang sangat jernih. Jembatan ini juga merupakan ikon dari Naraijuku ini jadi jangan sampai melewatkan untuk berfoto foto di jembatan Naraijuku ini yaaa.

yang ketiga adalah, Pengunjung dapat membeli souvenir khas dari Naraijuku ini. Banyak kerajinan tangan yang terbuat dari alam seperti kayu di perjual belikan disini. Tidak ada salahnya juga untuk membeli pernak pernik lucu untuk souvenir khas dari Naraijuku ini yaaa. hehehe

Terus bagaimana caranya untuk mengunjungi Naraijuku ini? Karena saya dari Shiojiri, Dari Stasiun Shiojiri ambil jurusan yang ke Kiso-Fukushima Station ataupun ke Nakatsugawa Station. Dari Shiojiri Station menuju Narai Station waktu yang dibutuhkan adalah 25 menit dengan melewati 5 Station. Ada hal unik saat kalian semua menaiki kereta jurusan ini. Kenapa? Di setiap stasiunnya tidak ada Loket pembayarannya. Jadi ketika anda turun di Narai Station, anda diharuskan Jalan ke gerbong 1 lalu mengtap Kartu elektronik anda  di belakang ruang masinis. Jika anda menggunakan karcis manual, karcis tersebut diberikan ke Masinisnya. Disini masinis merangkap sebagai Driver, Pengumpul Karcis dan Membuka Pintu kereta. Saya mencoba berfikir, coba ini ada diIndonesia, pasti banyak yang gak bayar nih. Wong di Station tujuannya aja tidak di periksa oleh Petugas Stasiunnya / Ekiennya. Aaah makin kagum deh sama orang Jepang !!!

Sekian Ceritanya, Bagi ada pertanyaan silahkan komentar dibawah yaaa

Wassalam

Shiojiri, 10 januari 2019

About Akhmad Harry Susanto

Cuma seorang manusia yang bekerja di BUMN (Badan Usaha Milik Nippon), Yang ingin meraih cita - citanya dan sebisa mungkin tidak untuk mengeluh :D contact email : aharrys@otnasus.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *