Indonesia Yang Katanya Berpenduduk ‘Beragama’ Kalah Dengan Jepang

Indonesia negeri yang berada di antara 2 samudra yaitu samudra Hindia dan Samudra Pasifik, serta negeri yang berada di antara 2 benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia dan lokasi yang sangat strategis dalam dunia perdagangan. Indonesia 350 tahun dijajah oleh Belanda serta dijajah oleh Jepang selama lebih kurang 3 tahun. Dari masa masa penjajahan tersebut, Indonesia terombang ambing dalam mengarungi kehidupan berbangsa dan bernegaranya.

Tahun ini lebih kurang Indonesia akan berulang tahun yang ke 74. Banyak cerita, Banyak sejarah lebih kurang 5 tahun belakangan ini. 5 tahun ini Indonesia dipimpin oleh seorang Kepala Negara yang berasal dari Sipil. Entah mengapa saya merasa Indonesia mengalami kemunduran selama di Pimpin Beliau. Mulai dari Korupsi yang meningkat, ambisi kekuasaan yang rakus, Jual beli jabatan, serta Agama yang terus di olok – olok.

Mungkin banyak orang Indonesia di Luar Negeri melihat Indonesia masih dalam keadaan baik baik saja. Berita yang tersiar mungkin hanya pembangungan, pembangunan, dan pembangunan. Terlepas dari pembangunan memang gencar dilakukan oleh Pemerintah saat ini, Banyak hal – hal mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mengalami penurunan derajat. Mulai dari mengolok ngolok Agama, Nabi, Wahabi, Salafi, bahkan sampai partai politik berazazkan Agama pun di olok olok dengan anggapan Dakwah MLM. Semua itu dikarenakan lemahnya dalam kepemimpinan Pemerintah saat ini. Ketika hukum dapat di perjual belikan dengan Materai 6000 rupiah semua dapat menjadi ‘CLEAR’. aaah Indonesia Zanen

Saya pernah tinggal di jepang lebih kurang selama 6 bulan. Selama hidup di Jepang kehidupan tentram, Aman, damai namun ada yang kurang yaitu suara Azan. Panggilan azan Solat hanya melalui HP saja yang saya dengarkan, Selebihnya melalui ilmu ‘Kirologi’ waktu solat telah tiba. Banyak hal yang dipelajari dari Negara Jepang, yang katanya banyak beragama Shinto.

Catatan yang dapat saya pelajari :

  • Jepang, negara yang tidak mengutamakan Agama sebagai Azaz dalam kehidupan bernegara, lebih mempunyai Toleransi kepada orang lain yang mempunyai Agama. Jepang tidak mempunyai libur khusus hari besar Agama, yang ada hanyalah Hari Bumu, Pohon dllnya. Orang Jepang datang ke Kuil saat akhir tahun saja. Namun seperti halnya saya yang Beragama Islam, Negara Jepang menyediakan ruang untuk Solat. Dan yang saya kagum, ruanganannya sangat bersih dan tidak seadanya.
  • Walaupun Jepang tidak berzazkan agama, Saat anda menginap di sebuah hotel, Pasti anda akan melihat sebuah Buku ajaran Shinto. percaya ngga percaya saya saat saya menginap di 3 buah hotel, saya menemukan Buku ajaran shinto. Saat ini Di Indonesia ada sebuah gerakan islamphobia. membawa menyediakan Al-Quran dibilang tidak toleran, Celana Cingkrang disebut Islam Garis keras, Berjenggot dll. Yang anehnya semua itu dikatakan oleh orang Islam Sendiri. Entah maksudnya apa? Apakah ini yang mereka sebut Pancasila, Entah apa ini yang mereka sebut Toleran. Mungkin Dia dan Allah saja yang mengetahui.

About Akhmad Harry Susanto

Cuma seorang manusia yang bekerja di BUMN (Badan Usaha Milik Nippon), Yang ingin meraih cita - citanya dan sebisa mungkin tidak untuk mengeluh :D contact email : aharrys@otnasus.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *